make money with your web site

Feb
20
2010
Hersu» kataku» Economic FraudKesehatan

Economic Fraud

Judulnya keren khan? dan Gambarnya ini (kalo kurang jelas digedein aja):2000

Siang tadi waktu akan ke salah satu toko tas di kota Bandung, saya dan istri melewati jalan Astana Anyar dan melihat banyak pedagang buah duku yang menggantung papan harga seperti diatas.  Kira-kira berapakah harga buah duku tersebut?

Sambil naik motor Istri saya bilang: ” Yah beli duku yuk murah cuma 2000″. dengan sigap, motor langsung menepi ke salah satu gerobak pedangang duku, dan berikut cuplikan percakapan transakasinya:

Istri: “A’ dukunya 2 kilo”

Pedagang: “baik”

Istri:”Berapa? “

Pedagang:”10.000 rupiah…”

Istri:”lho bukannya 4000 rupiah? khan dipapan harganya 2000 rupiah per kilo?”

Pedagang:” Bukan teh, coba perhatikan harganya 2500 rupiah per setengah kilo.”

Istri:”oh…kalo gitu sekilo ajah”

Setelah saya perhatikan dengan seksama memang pada papannya tertulis 2500/setengah (1/2) Kg. Angka 5 berada ditengah angka 0 pertama, dan angka /2 berada dibawah angka 1 dengan ukuran yang jauh lebih kecil. Di dalam hati saya ketawa sambil misuh-*** (eh..ngomonge ora misuh maneh)

Sambil jalan saya jadi teringat waktu masih jadi buruh di pabrik, pada salah satu sistem yang diterapkan adalah ISO 9001 (Quality System). Dan salah satu fungsinya adalah menjamin kualitas sehingga konsumen terlindung dari Economic Fraud. Sebenernya apakah econimic fraud? kira-kira artinya kerugian secara ekonomi, yang disebabkan karena tidak sesuainya  spesifikasi produk antara yang ditawarkan dan kenyataan. Sistem tersebut diciptakan untuk melindungi kepentingan konsumen dari penipuan yang dilakukan oleh produsen. Serta menjaga kepercayaan konsumen terhadap produsen. Perusahaan yang sudah menerapkan sistem ini secara periodik akan diaudit oleh auditor independen untuk memastikan tidak ada penyimpangan, sehingga tidak terjadi economic fraud (ataupun diminimalisir).

Pada kasus diatas, mungkin konsumen tetep yang disalahkan dan dikalahkan karena posisi tawar yang terbilang lemah. Karena tidak melihat harga dengan teliti. tapi konsumen bisa memilih untuk tidak membeli. Mungkin pedagang tersebut meniru cara promosi perusahaan provider telekomunikasi seluler Indonesia. Harga / tarif percakapan dan sms murah, tapi dikasih bintang. Terus dibintang dikasih tulisan “ketentuan berlaku”.

Sebagai konsumen, mari lebih berhati-hati dan sebagai konsumen mari bersikap jujur–jika sudah jalannya rejeki tidak akan pergi. Dan janganlah mengurangi timbangan.

Written by Hersu in: kataku |

11 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

CommentLuv badge

Before you post, please prove you are sentient.

jumlah Jari tangan kanan (tulis dengan kata)

Theme: TheBuckmaker.com Wordpress Themes