make money with your web site

Jun
16
2011
Hersu» Malaria» Pengobatan MalariaKesehatan

Pengobatan Malaria

yang dilakukan adalah pengobatan radikal dengan tujuan membunuh semua plasmodium yang ada di dalam darah penderita. Dengan terbunuhnya Plasmodium diharapkan didapat kesembuhan klinis dan parasitoligik serta memutus mata rantai penularan.

Pengobatan malaria dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:

  1. Pengobatan malaria Tanpa Komplikasi

    Pengobatan ini dibagi menjadi 2 berdasarkan jenis Plasmodium:

    1. Malaria karena Plasmodium falcifarum:

      a.1. Pengobatan malaria

      Lini pertama Pengobatan malaria karena P.falcifarum adalah Combination Therapy (). Pada saat ini di Indonesia obat yang tersedia di Fasyankes adalah Artesunate- dan Dehydroartemisinin-piperaquine (khusus di wilayah tertentu). Kedua kombinasi pengobatan malaria diatas harus juga dikombinasikan dengan Primaquin (di Indonesia berbentuk tablet berwarna coklat kekuningan). Primaquin tidak boleh diberikan kepada: ibu hamil, bayi berumur <1 tahun, penderita dfisiensi G6-PD.

      Dosis yang dipergunakan adalah: Amodiaquin = 10mg/kgbb, Artesunate = 4 mg/kgbb, primaquin=0,75 mg basa/kgbb. = 2-1 mg/kgbb, = 16-32mg/kgbb.

      a.2. Pengobatan malaria

      Pengobatan ini diberikan jika pada pengobatan lini pertama tidak efektif dimana ditemukan gejala klinis tidak memburuk tapi parasit aseksual tidak berkurang (persisten) atau timbul kembali (rekrudesensi).

      Obat anti Malaria yang digunakan adalah Kina – Doksisiklin atau Tetrasiklin-Primaquin.

    2. Malaria karena Plasmodium vivax, P. malariae, P.ovale

      b.1. Pengobatan malaria lini pertama

      Pengobatan malaria yang disebabkan oleh P. vivax dan P. ovale menggunakan ACT, sama dengan pengobatan malaria falciparum, perbedaan terletak pada primaquin yang diberikan selama 14 hari dengan dosis 0,25 mg/kgbb.

      Pengobatan efektif bila sampai dengan hari ke-28 setelah pemberian obat ditemukan kondisi berikut: klinis sembuh (sejak hari ke-4) dan tidak ditemukan parasit stadium aseksual sejak hari ke-7. Dan pengobatan tidak efektif bila ditemukan kondisi sebagai berikut ;

      1. Gejala klinis memburuk dan masih terdapat parasit pada stadium aseksual, atau

      2. Gejala klinis tidak memburuk tetai parasit stadium aseksual tidak berkurang (persisten) atau timbul kembali sebelum hari ke 14 (kemungkinan resisten)

      3. Gejala klinis membaik tetapi parasit aseksual timbul kembali antara hari ke 15 sampai hari ke 28 (kemungkinan resisten, reaps atau infeksi baru)

      b.2. pengobatan malaria vivax lini kedua

      Pengobatan menggunakan kombinasi antara kina – primaquin

      b.3. pengobatan malaria vivax yang relaps

      Pengobatan pada kasus ini sama dengan regimen sebelumnya tetapi dosis primaquin ditingkatkan menjadi 0,5kg/bb selama 14 hari. Perkecualian pada penderita defisiensi enzim G6PD, dengan anamnesis adanya keluhan atau riwayat urin coklat kehittamann.

      b.4. Pengobatan malaria malariae

      Penderita malaria cukup diberikan ACT 1 kali perhari selama 3 harii dengan dosis sama dengan pengobatan malaria yang lain.

    3. Pengobatan malaria mix

      Pengobatan dilakukan dengan memberikan ACT selama 3 hari serta pemberian primaquin pada hari pertama dengan dosis 0,75 mg/kgbb dilanjutkan pada hari ke 2-14 dengan dosis 0,25 mg/kgbb

  2. Pengobatan malaria dengan Komplikasi

    Malaria berat adalah/komplikasi adalah ditemukannya Plasmodium falciparum stadium aseksual dengan satu atau beberapa manifestasi klinis dibawah ini:

    1. Malaria cerebral
    2. Anemia berat
    3. Gagal ginjal akut
    4. Edema paru
    5. Hipoglikemi
    6. Gagal sirkulasi
    7. Perdarahan spontan dari hidung , gusi, alat pencernaan an atau kelainan laboratorik adanya gangguan koagulasi intravaskuler
    8. Kejang berulang >2 kali per 24 jam
    9. Asidema

    Pengobatan malaria berat dapat dilihat pada buku Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria di Indonesia yang dikeluarkan oleh Dirjen PP dan PL, Kementerian Kesehatan.

Note:

  1. Pemberian obat anti malaria sebaiknya didasarkan pada berat badan penderita untuk mengurangi efek samping minum obat.
  2. Waktu minum obat adalah setelah makan dan atau sebelum tidur untuk mengurangi efek samping minum obat.

No Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

CommentLuv badge

Before you post, please prove you are sentient.

nama planet tempat tinggal manusia

Theme: TheBuckmaker.com Wordpress Themes