13
2009
Kemarin siang pergi ke Medical Center untuk memeriksakan si kecil. Kata bu Dokter si kecil terkena Suleten tapi ukurannya kecil. Memang sebelumnya juga pernah terkena penyakit penyakit yang sama, tapi sudah sembuh dengan pengobatan tradisional yaitu dengan minyak dan rambut yang dibakar (aneh yah…). Menurut mitos Jawa penyakit ini disebabkan oleh pakaian (baju, celana bahkan pamper/diaper) yang dibuang dan terbakar sebelum bayi berusia 1 tahun. Untuk pengobatannya dengan cara tersebut diatas.
Pada saat di medical center tersebut saya bertanya kepada bu dokter tentang penyebab sebenarnya penyakit tersebut, beliau menjawab suleten disebabkan oleh Bakteri. dan Ditularkan oleh kondisi lingkungan (=air) yang digunakan untuk mandi, sehingga untuk mencegahnya air mandi sebaiknya dicampur dengan Antiseptic. Untuk pengobatannya saya diberi obat/salep yang berjudul “GENTAMICIN SULPHATE”.
Obat Suleten ini mempunyai komposisi gentamicin sulphate setara dengan gentamicin 1 gr (dalam setiap gram salep). Dengan indikasi untuk pengobatan topikal baik infeksi kulit primer maupun sekunder karena bakteri yang rentan Gentamicin. Sedangkan kontrindikasinya, saya tidak tahu karena hanya dikasih obat tanpa kotak/bungkusnya juga tanpa brosur (biasanya ada di dalam kotak).
Setelah sampai di rumah saya bertanya ke mbah google dan hasilnya sebagai berikut:
Menurut dr Sawitri SpKK(K) (Ahli kulit anak RSU dr Soetomo, Surabaya) Suleten disebut juga cacar monyet, disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes. Suleten ditandai kulit berwarna merah dan melepuh yang berisi nanah karena infeksi bakteri. Penyakit ini biasanya menyerang anak usia 1-14 tahun (tapi anak saya belum setahun). Bakteri masuk ke kulit melalui luka atau penyakit kulit lain yang sudah diderita si bayi atau anak. Penyakit akan mengganas jika kebersihan kurang terjaga, daya tahan tubuh rendah, adanya kelainan kulit lain, dan munculnya sumber penularan di sekitar lingkungan.
Untuk semua penyakit kulit pada anak-anak, sebaiknya anak-anak tetap mandi dengan air hangat yang mengandung anti septik. Selain itu, untuk mencegah penyebaran penyakit, guntinglah kuku si anak secara berkala, mencuci handuk sprei secara terpisah dengan air hangat dan jangan lupa mencuci tangan
Sumber : http://surabaya.detik.com/read/2007/04/06/013217/763859/466/cacar-monyet-masih-dominasi-penyakit-kulit
Akhirnya ketahuan juga penyebab asli dari penyakit suleten/ cacar monyet / monkeypox. Intinya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan tubuh (baik orang tuan dan anak/bayi).
5 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

info yang bagus, thanks dah nambah wawasan tentang penyakit ini. salam
.-= marurat´s last blog ..Jangan Remehkan Strategi lama “door to door (Touch your consumer)†=-.
wah pasti papanya jorok tuh jarang mandi he.. he.. kidding.. makanya boz.. si kecil rawat baek2 ya… met sembuh dech… ^_^
.-= belajar gitar´s last blog ..Paid reviews vs Google Adsense =-.
Ada fotonya gak ?? seperti apa sih, suleten ?
makasih saran dan infonya.bebyku udah kena suleten 2X ini.
anakku juga baru kena cacar monyet,. aku di kasi tau temenku untuk dibuatkan ramuan tradisional dengan cara di oleskan di bagian tubu yang kena,. bahan2nya : indukan kunyit, daun asam jawa dan beras yng suda di rendam,..
bahan tersebut di ulek(digilas) hingga lembut terus di tambah air sedikit,.