12
2011
Saat ini (pada saat postingan ini dibuat) adalah tanggal 12 Maret 2011,tapi beberapa media, terutama yang membahas/ berhubungan dengan benda-benda luar angkasa sudah meributkan tanggal 19 Maret 2011. Sebenarnya apakah yang akan terjadi pada tanggal 19 Maret 2011?
Pada tanggal 19 Maret 2011 bulan posisi bulan berada pada kondisi terdekat sejak 18 tahun terakhir, jarak antara bulan dan bumi sekitar 356.577 kilometer, sinar bulan di malam hari akan menjadi sangat terang. Menurut para ahli akibat yang mungkin ditimbulkan adalah meningkatnya daya tarik (gravitasi) bulan terhadap benda di bumi. Pada kondisi jarak normal bulan sudah mampu mempengaruhi laut dibumi dengan gaya gravitasinya, yang akibatnya adalah timbulnya gelombang pasang. Sehingga beberapa astrolog meramalkan posisi pada tanggal 19 Maret 2011 akan menimbulkan kerusakan yang cukup parah di muka bumi. Fenomena kedekatan jarak bulan ke bumi ini biasa disebut dengan ‘SUPERMOON‘.
Bahkan, Richard Nolle, seorang peramal mencatat dalam situs astropro.com menyebut kejadian itu sebagai “Supermoon†ekstrem. Dalam kondisi ini, katanya, kekacauan akan terjadi: badai besar, gempa bumi, gunung berapi dan bencana alam lainnya akan terjadi berbarengan di Bumi. Situs Space.com mengutip pernyataan Menurut John Vidale, seorang seismolog di University of Washington di Seattle dan direktur Pacific Northwest Seismic Network, bahwa Supermoon memang memicu gempa bumi. Kita bisa melihat peningkatan yang sangat kecil dalam kegiatan tektonik ketika mereka selaras, kata John.
Pengaruh pasang surut pada kegiatan seismik yang terbesar di zona subduksi seperti Pacific Northwest, di mana satu lempeng tektonik yang meluncur di bawah yang lain. William Wilcock, seismolog di University of Washington, menjelaskan “Ketika Anda memiliki air surut, ada sedikit air, sehingga tekanan pada dasar laut lebih kecil tekanannya, itulah yang membuat lebih mudah bagi pergeseran itu. â€Â
Menurut Wilcock, aktivitas gempa di zona subduksi pada gelombang rendah adalah 10 persen lebih tinggi dibandingkan pada waktu lain hari, tetapi ia tidak melihat ada korelasi antara aktivitas gempa dan kedekatan bulan bulan.
Kemudian, apakah ramalan kejadian tersebut akan terjadi? Wallahualam, hanya Allah SWT yang maha mengetahui apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Kita sebagai manusia hanya bisa menerka sesuai dengan kemampuan manusia yang sangat terbatas.
sumber :republika.co.id
No Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
