06
2011
Berikut sambungan tentang istilah-istilah dalam tatalaksana kasus malaria bagian 2:
Plasmodium. Sebuah genus protozoa parasit pada darah vertebrata yang termasuk penyebab malaria. Plasmodium falciparum, P. malariae, P. ovale dan P. vivax menjadi penyebab malaria pada manusia. Dilaporkan, telah terjadi infeksi parasit malaria pada monyet, P. knowlesi pada manusia pada kawasan hutan di Asia Tenggara.
Perkembangan Pra-erythrocytic. Siklus hidup parasit malaria ketika pertama kali memasuki inang. Setelah inokulasi terjadi pada manusia oleh nyamuk Anopheles betina, sporozoit menyerang sel-sel parenkim di hati inang dan berkembang biak dalam hepatosit dalam kurun waktu 5-12 hari, membentuk schizonts hati. Kemudian Schizon hati pecah membebaskan merozoit kealiran darah, yang kemudian menyerang sel-sel darah merah.
Penyembuhan Radikal (Radikal Cure). Dilakukan pada manusia yang ter infeksi P. vivax dan P. ovale saja, dilakukan dengan obat sebagaimana dimaksud di atas ditambah pencegahan kambuh/relapse dengan membunuh hypnozoites.
Uji diagnostik cepat (Rapid Diagnostic Test/RDT). Sebuah stik, kaset  atau kartu tes berbasis antigen untuk malaria, dimana garis berwarna menunjukkan bahwa terdeteksi  antigen plasmodium.
Recrudescence. Terulangnya parasitemia aseksual setelah pengobatan infeksi dengan infeksi yang sama yang menyebabkan penyakit awal. Hal ini merupakan hasil dari pembersihan parasetemia yang tidak lengkap akibat pengobatan yang tidak memadai atau tidak efektif. Hal ini, berbeda untuk dengan relapse pada infeksi oleh P. vivax dan P. ovale, dan berbeda juga dari infeksi baru atau re-infeksi (seperti diidentifikasi oleh genotip molekuler /moleculer genotyping di daerah endemik).
Recurrence/Kekambuhan. Terulangnya parasitemia aseksual setelah pengobatan. Hal ini dapat disebabkan oleh Recrudescence, relapse (infeksi pada P. vivax dan P. ovale saja) atau infeksi baru.
Relapse/kambuh. Terulangnya parasitemia aseksual pada malaria P. vivax dan P. ovale yang berasal dari fase hati yang persisten. Relapse terjadi ketika tahap infeksi darah telah dieliminasi tetapi hypnozoites masih bertahan dalam hati kemudian dewasa untuk membentuk schizonts hati. Setelah variabel interval selama beberapa minggu untuk bulan, schizonts hati pecah dan melepaskan merozoit ke dalam aliran darah.
bersambung bagian 4
1 Comment »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

[...] Sambungan dari istilah-istilah dalam tatalaksana kasus malaria bagian 3: [...]