Jan
04
2011
Hersu» Malaria» Istilah-Istilah dalam Tatalaksana Kasus Malaria (bagian 1)Kesehatan

Istilah-Istilah dalam Tatalaksana Kasus Malaria (bagian 1)

Berikut ini beberapa dalam tatalaksana kasus Malaria yang diterjemahkan secara bebas dari buku Guidelines for The Treatment of Malaria, Second Edition yang diterbitkan oleh World Health Organization ().

Artemisinin-based Combination Therapy (ACT). Kombinasi artemisinin atau turunannya dengan obat antimalaria dari kelas yang berbeda.

Siklus aseksual. Siklus hidup  parasit malaria di host dari invasi merozoit pada sel darah merah sampai dengan pecahnya skhizon (merozoit → Fase ring  (trofozoit bentuk cincin) → fase trofozoit → skhizon →merozoit). Jangka waktu dalam satu siklus sekitar 48 jam pada Plasmodium falciparum, P. ovale dan P. vivax; dan 72 jam  pada P. malariae.

Parasitemia aseksual. Kehadiran parasit aseksual  dalam sel darah merah inang. Tingkat parasitemia aseksual dapat dinyatakan dalam cara yang berbeda: persentase yang terinfeksi sel-sel darah merah, jumlah sel yang terinfeksi per satuan volume darah, jumlah parasit terlihat dalam satu bidang mikroskopis dalam pemeriksaan daya tinggi dari tebal darah film, atau jumlah parasit dilihat per 200-1000 sel darah putih dalam sebuah pemeriksaan sediaan darah tebal daya tinggi.

Malaria Cerebral. Malaria P. falciparum parah dengan manifestasi serebral, biasanya termasuk koma (skala koma Glasgow <11, skala koma Blantyre <3). Malaria dengan koma bertahan selama > 30 menit ketelah kejang dianggap malaria serebral.

Bersambung ke bagian 2

Written by Hersu in: Malaria | Tags: , ,

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

CommentLuv badge

Before you post, please prove you are sentient.

Bulan bulat penuh disebut bulan

Theme: TheBuckmaker.com Wordpress Themes